Suara Rakyat : Usulan Kabinet Ahli untuk Presiden 2014-2019

Di media sosial saat ini sedang terjadi “Perang Saudara” terkait dukungan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden. Masing-masing kubu berargumen Capres yang mereka dukung adalah yang paling layak memimpin Indonesia 5 tahun kedepan. Banyak kampanye positif melalui iklan masing-masing pasangan juga kreativitas pendukungan baik melalui lagu, video, visualisasi visi misi, dan lain-lain. Tidak sedikit pula kampanye negatif dan kampanye hitam yang membuat gerah suhu politik akhir-akhir ini. Masing-masing pasangan capres dan cawapres memiliki keunggulan dan kelemahan masing-masing. Visi misi, karakter, dan rekam jejak pasangan capres dan cawapres perlu dipertimbangkan dalam menentukan pilihan. Sejauh yang saya amati banyak hal positif yang menjadi Fokus Pembangunan Indonesia kedepan dari kedua psangan calon Presiden dan Wakil Presiden. Misalnya, pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menitik beratkan pada pembangunan pertanian, revolusi putih (Gerakan minum susu untuk mencerdaskan Anak Indonesia) dan peningkatan kekayaan negara melalui penutupan berbagai macam potensi kebocoran yang merugikan negara. Sedangkan pasangan Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla menitik beratkan pada Pembangunan Manusia Indonesia melalui Revolusi Mental, fokus pada pengembangan Indonesia sebagai Negara Maritim, dan Reformasi Birokrasi melalui sistem-sistem yang telah dibangun.

Program-program yang ditawarkan kedua pasangan sangat baik dan menarik, pembangunan tol laut, perubahan sistem pendidikan di Indonesia berbasis pembangunan karakter, penguatan ketahanan bahkan kedaulatan pangan, ekonomi kerakyatan dan berdikari, pengembangan energi terbarukan, produksi bioethanol, dan lain-lain. Namun disini saya tidak akan membahas visi misi kedua pasangan secara lebih mendalam. Yang lebih penting menurut saya adalah, visi misi hebat tersebut harus mampu direalisasikan, tentu saja dengan bantuan para menteri dalam kabinet yang disusun. Saya tertarik ketika kedua pasangan calon menjanjikan bahwa akan membentuk Kabinet Ahli atau Zaken Kabinet, entah siapa yang memiliki ide terlebih dahulu tentang kabinet ahli tersebut, tetapi yang lebih penting adalah kabinet ahli ini merupakan harapan untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. Sebagai seorang warga negara Indonesia yang memiliki kebebasan berpendapat, saya ingin sekali menyampaikan pendapat dan usulan untuk Menteri-Menteri dalam Kabinet Ahli tersebut. Nama-nama yang saya usulkan ini merupakan pengamatan rekam jejak dan kapasitas beliau. Saya sadar bahwa pengetahuan saya sangat terbatas, pun juga mungkin ada subjektivitas preferensi dalam merekomendasikan nama-nama Menteri ini, tetapi saya yakin baik di Kubu Prabowo Subianto-Hatta Rajassa dan Joko Widodo-Jusuf Kalla ada orang-orang yang berkompeten dibelakang mereka. Beberapa kementrian belum memiliki rekomendasi nama, sehingga mungkin apabila pembaca blog saya yang ingin juga menyampaikan usulan bisa menuliskan komentar di blog ini. Menurut saya, kabinet ahli sejatinya bukanlah diisi oleh mereka yang bergelar Professor atau Doktor, melainkan orang-orang yang berkompetenn dan berpengalaman serta memiliki track record yang baik untuk mengemban tugas-tugas yang diamanahkan kementrian, namun hasil penelusuran saya kebetulan memang banyak dari beliau-beliau bergelar Doktor ataupun Gelar Kehormatan Doktor Honoris Causa karena memang dinilai berjasa dalam bidang-bidang tertentu. Menteri-Menteri yang saya Usulkan adalah :

1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan : Dr. Sulistyo, M. Pd. PGRI Dr. Sulistyo, M. Pd. merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) periode 2008-2013 yang kembali terpilih untuk periode 2013-2018 secara Aklamasi. Beliau adalah sosok yang visioner dan dihormati di kalangan PGRI. Saya percaya beliau mampu meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru, beliau juga saya nilai mampu melaksanakan Revolusi Sistem Pendidikan Indonesia untuk membangun manusia Indonesia yang cerdas dan berkarakter.

2. Menteri Luar Negeri : Dr. Marty Natalegawa, M. Phil. marti Menurut saya, karir Dr. Marty Natalegawa di bidang Diplomasi Internasional sangat cemerlang. Pak Marty pernah sukses berkiprah di dunia internasional dengan menjadi salah satu orang Indonesia yang pernah menjadi Presiden Dewan Keamanan PBB. Saya percaya Diplomasi Internasional Indonesia akan semakin baik dengan keberlanjutan kepemimpinan beliau di Kementrian Luar Negeri. Baru-baru ini beliau juga tegas dan berwibawa nyentil Dubes Amerika untuk Indonesia yang mau merecoki urusan dalam negeri Indonesia.

3. Menteri Dalam Negeri : Ir. Tri Rismaharini, M. T. risma Menurut saya, seorang Menteri Dalam Negeri ideal adalah mereka yang pernah dan berprestasi menjabat sebagai Kepala Daerah, baik itu Gubernur, Bupati, ataupun Walikota. Hal ini akan mempermudah Mendagri memahami permasalahan dalam negeri dengan baik, terlebih sepengatuhan saya Walikota dan Bupati juga memiliki semacam asosiasi, dalam hal ini Kepala Daerah memiliki Jaringan dan Silaturahim yang baik untuk mengkoordinasi kepala daerah. Dalam hal ini, rekam jejak dan prestasi Walikota Surabaya yang dinobatkan sebagai salahsatu Walikota Terbaik Dunia ini patut dipertimbangkan untuk diupgrade berkarya di level Nasional. Semoga bu Risma mau ya, AMIN 😀

4. Menteri Pekerjaan Umum : Mochamad Ridwan Kamil, S. T., M. UD.  RIDWAN_KAMIL Prestasi dan Rekam Jejak Kang Emil sebagai Seorang Arsitek dalam membangun Tatakota beberapa daerah di Indonesia dan juga Luar Negeri sudah tidak diragukan lagi. Saya yakin Kang Emil mampu menjadi Menteri Pekerjaan Umum dan membawa Indonesia sebagai negara maju dengan pembangunan dan tata kota daerah yang sangat baik dan berwawasan lingkungan.

5. Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi : Prof. Dr. Pratikno, M. Soc. Sc. Rektor_UGM_Prof_Pratikno Usul=Mikul. Ada Usulan Solutif Penggabungan Kementrian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi oleh Prof. Pratikno (klik disini). Usulan ini saya rasa solutif untuk Efisiensi Pendanaan Riset dan Koordinasi Triple Helix (Universitas-Pemerintah-Industri) dalam upaya Sinkronisasi dan Hilirisasi  Hasil Riset untuk Kemajuan Indonesia. Pengalaman beliau sebagai Dekan FISIPOL dan Rektor UGM saya rasa cukup mumpuni berurusan dengan Pengembangan Pendidikan Tinggi dan RISTEK. Saya yakin Pendanaan Riset, Pengembangan Teknologi, dan Dana Pendidikan akan lebih optimal dibawah koordinasi beliau.

6. Menteri Sekretaris Negara : Dr. Anies Baswedan anies Semula Saya Berpendapat bahwa Pengalaman Pak Anies Baswedan sebagai Rektor (Pimpinan Perguruan Tinggi) Universitas Paramadina dan Rekam Jejak dalam Memajukan Pendidikan Indonesia sangat cocok untuk mengorganisasi Kementrian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi. Tapi saya berubah pikiran, melihat latar belakang beliau sebagai Ekonom dan kebaikan Sistem Koordinasi Satu Pintu melalui Sekretaris Negara, dan kemampuan beliau dalam mengkoordinasi yang sudah tidak diragukan lagi, saya lebih cenderung mengusulkan beliau sebagai Menteri Sekretaris Negara.

7. Menteri Hukum dan HAM : Prof. Dr. Todung Mulya Lubis todungMenurut Informasi yang saya dapat, Konsistensi lulusan UC Berkeley dan Harvard Law School ini dalam membela keadilan dan menegakkan HAM mengangkat nama beliau ke jajaran Advokat dan Penegak HAM papan atas di Indonesia. Ketua Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) ini pernah menangani kasus penegakkan HAM yang mendapatkan perhatian publik di Indonesia dan mancanegara. Saya pikir, beliau adalah sosok ideal untuk Penegakan Hukum di Indonesia agar tidak Tajam kebawah Tumpul keatas.

8. Menteri Badan Usaha Milik Negara : Prof. Dr.(H.C.) Dahlan Iskan JPNN Meskipun baru-baru ini ada pro-kontra terkait akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), saya memandang bahwa Sosok Dahlan Iskan tetap mampu membawa perubahan dan kemajuan yang signifikan dalam perusahaan-perusahaan BUMN. Sosok Dahlan Iskan saya yakini sebagai sosok ideal dan masih mampu membawa Perusahaan Negara lebih cemerlang dimasa yang akan datang.

9. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi : Prof. Dr.rer.publ. Eko Prasojo, Mag.rer.publ. wamen_pasfoto4x3 Prof. Eko Prasojo merupakan Pakar Ilmu Administrasi Negara Universitas Indonesia. Kiprahnya dalam Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi sudah tidak diragukan lagi. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Menteri PAN dan RB dengan pengalaman yang sangat mumpuni (lihat disini)

10. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral : Prof. Ir. Purnomo Yusgiantoro MSc., MA., Ph. D.
foto_menhanSaya tahu Prof. Purnomo Yusgiantoro pernah mengikuti Kursus Reguler di Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas), tapi saya kurang tahu persis mengapa Mantan Menteri ESDM ini kemudian ditempatkan memimpin Kementerian Pertahanan (mungkin karena pernah jadi Wagub Lemhanas). Mengingat latar belakang pendidikan S1-S3 beliau dibidang Pertambangan dan Sumber Daya Mineral, saya rasa mantan Sekretaris Jenderal OPEC serta Ketua ASEAN Meeting on Economic Ministers (AMEM) on Energy ini lebih berkompeten memimpin Kementrian ESDM.

11. Menteri Kesehatan : Prof. Dr. Ali Ghufron Mukti, M. Sc. Ali Gufron Entah itu pakai kartu (jokowi) atau tidak (prabowo), Program Indonesia Sehat melalui Jaminan Kesehatan Pemerintah sangat saya dukung. Dan orang yang cocok menjabat Menteri Kesehatan adalah Pakar JamkesMas yang tidak lain adalah Prof. Ali Gufron Mukti. Beliau saat ini menjabat Wakil Menteri Kesehatan RI. Prof. Ghufron sangat getol memperjuangkan sistem pelayanan kesehatan masyarakat yang dipelopori saat beliau menjadi Ketua Pengelola Gadjah Mada Medical Center (GMC). Beliau adalah pemrakarsa Jamkesmas dan Jamkesda, beliau juga menjadi salah satu penyokong pembentukan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

12. Menteri Keuangan : Gita Wiryawan, Ph. D. 0001gita-wirjawan Pak Gita Wiryawan memiliki rekam jejak yang sangat bagus selama menjadi Menteri Perdagangan. Ketika beliau menjabat Keala BKPM, beliau sangat peduli dengan Pembangunan SDM yang pada akhirnya sangat menguntungkan Penanaman Modal di Indonesia. Saat menjadi Menteri Perdagangan, lulusan Hardvard Universiy ini memiliki sikap yang tegas dan jelas terkait masalah produk impor. Prinsipnya, ia tidak setuju kalau impor justru menimbulkan ketergantungan. Mengingat kedua pasangan Kubu Capres mengusung Ekonomi yang berpihak pada Rakyat. Pak Gita Wiryawan saya rasa adalah orang yang tepat mengisi pos Menteri Keuangan.

13. Menteri Perdagangan dan Perindustrian : Suryo Bambang Sulistyo, M. BA. Medium Close-up SBS Alasan saya mengusulkan beliau sederhana sekali, Serahkan pada Ahlinya. Beliau saat ini adalah Ketua Kamar Dagang Indonesia (KADIN). Profil singkat beliau dapat dibaca DISINI (ini ciri-ciri saya sudah agak capek menulis, hahahh)

14. Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) : Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, M.A. CV写真1   Seperti halnya Pak Marti Natalegawa yang saya usulkan kembali. Saya juga mengusulkan Kepala Bappenas ini untuk melanjutkan kembali kepemimpinannya di Bappenas. Pembangunan sumber daya manusia lagi-lagi menurut saya adalah hal utama. Saat ini saya sedang menempuh Pendidikan di Tokyo. Saya seringkali menjumpai Mahasiswa GRIPS yang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Pemerintahan Jepang itu. Itu adalah langkah awal yang baik Perencanaan pembangunan nasional yang menitik beratkan pada pembangunan SDM. Beliau juga nongol di website resmi GRIPS lho (baca disini)

15. Menteri Agama : Prof. Dr. K.H. Ali Musthafa Ya’qub ダウンロード Beliau adalah Imam Besar Masjid Istiqlal. Pertama kali saya melihat beliau adalah saat beliau memandu dan menjelaskan ke Obama yang mengunjungi Istqlal. Saya juga pernah melihat pemaparan beliau di ILC, sangat menyejukkan. Beliau berprinsip Islam sebagai Rahmatan lil Alamin (Rahmat bagi Semesta Alam), pemahaman  landasan Islam sangat kuat, semangat kebhinekaan juga sangat baik. Sangat cocok memimpin Kementrian Agama di Negara yang Mayoritas Muslim namun juga kaya keberagaman. Lihat videonya DISINI dan Profil beliau DISINI

16. Menteri Pertanian : Prof. (Riset). Dr. Ir. Tahlim Sudaryanto, M. S.

copy of tsd   Pakar Sosial dan Ekonomi Pertanian lulusan Intitut Pertanian Bogor ini saya rasa mampu mengemban Tugas sebagai Menteri Pertanian. Beliau memiliki banyak Jam Terbang dalam Penyusunan Rencana Pembangunan Pertanian. Saat ini menjadi Staf Ahli Menteri Bidang Kerjasama Internasional, Kementerian Pertanian. Profil Lengkapnya dapat dibaca DISINI

17. Menteri Kehutanan : Prof. Dr. Ir. Suhardi, M. Sc. 01. Prof. Dr. Ir. SUHARDI, M.Sc Saya termasuk yang tidak setuju dengan Oligarki Politik, tetapi kita juga harus melihat bahwa Elite Partai bukan berarti tidak memiliki kompetensi. Dan saya melihat Kompetensi Ketua Umum Partai Gerindra Prof. Suhardi sebagai Menteri Kehutanan. Masalah Kehutanan yang paling utama menurut saya adalah Penebangan Liar untuk Alih Fungsi Lahan. Maka yang harus dilakukan adalah menyelamatkan hutan melalui Manajemen Konservasi untuk hutan yang masih ada, Reboisasi dan rehabilitasi lahan untuk hutan kritis. Mantan Dekan Fakultas Kehutanan UGM ini pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial. Selain itu, UGM adalah Center of Excellent for Reduction Emission from Deforestation and Degradation (REDD). Pengalaman beliau untuk menyelamatkan Hutan Indonesia saya rasa sangat tepat.

18. Menteri Transportasi dan Perhubungan : Dr. Ir. Bambang Susantono, MSCE, MCP. BambangSusantono(cropped) Harus saya akui, saya kagum dengan Doktrin Poros Maritim Dunia dan Memperkuat sektor kelautan termasuk dalam bidang transportasi dan perhubungan yang dalam hal ini disampaikan oleh Pak Jokowi, siapapun Presidennya nanti, gagasan ini patut untuk direalisasikan sehingga Indonesia dapat maju Perekonomian dan Pembangunannya seperti Negara Kepulauan yang Maju seperti Jepang. Dan untuk mewujudkan hal itu, saya mengusulkan Pak Bambang Susantono. Pakar perencanaan infrastruktur dan transportasi lulusan Intitut Teknologi Bandung dan UC Berkeley ini berpengalaman menjabat Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) selama dua periode. Beliau diangkat sebagai Wakil Menteri Perhubungan RI tahun 2009.

19. Menteri Komunikasi dan Informatika : Prof. Drs. T. Basaruddin, M. Sc., Ph. D. Chan-new Prof. Chan adalah Mantan Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Beliau sukses memimpinselama dua periode dalam pengelolaan manajemen FASILKOM UI dalam Tridharma Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi. Salahsatu gagasan beliau yang sangat menarik adalah IT untuk Mengangkat Budaya Indonesia. Salahsatu contohnya dengan Pengembangan Sistem Aplikasi untuk Pengenalan Heritage seperti Candi Borobudur (Lihat Video DISINI)

20. Menteri Sosial : Dr. H. M. Hidayat Nur Wahid, M. A.

gubernur hidayat nur wahid (1)

Jreng-Jreng. WOW! hehehe. Jujur saya adalah Mantan Simpatisan Partai Keadilan Sejahtera, saya memilih PKS pada Pemilu 2009 lalu. Jujur pula simpati saya luntur oleh “ulah” oknum elite Partai PKS dalam beberapa kasus, namun kita harus tetap obyektif mengakui bahwa PKS adalah partai yang paling sedikit “kasus”nya dibandingkan partai-partai lain. Namun, simpati itu semakin tergerus dengan Militansi oknum kader yang alih-alih menjaga persatuan, malah menyebarkan isu-isu sensitif. Lhoh, malah curhat? Hehehe. Okay, tapi disini saya tidak akan membahas itu. Faktanya adalah dimana-mana yang kena kasus adalah oknum partai, masih banyak kader PKS dan Partai-Partai lain yang bersih, jujur dan kompeten. Salahsatunya adalah Figur yang masih saya kagumi, Bapak Hidayat Nur Wahid. Fakta lain adalah PKS merupakan Partai Politik yang Sangat konsisten melakukan Aksi-Aksi Sosial khususnya ketika terjadi musibah atau bencana, Jiwa sosial dan kemanusiaan kader PKS patut kita acungi empat jempol. Kader PKS tidak hanya turun tangan menjelang Pemilu saja. Oleh alasan inilah saya mengusulkan Bapak HNW sebagai Menteri Sosial. Beliau adalah sosok yang dihormati di PKS. Bayangkan Militansi Kader PKS digerakkan secara sistemik untuk kegiatan-kegiatan sosial dan kemanusiaan bersinergi dengan Pemerintahan. Keren dan Sangat Positif bukan sebuah Militansi itu? Pak HNW sendiri adalah sosok yang cerdas, berwibawa dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tinggi. Doktor jebolan Universitas Islam Madinah pernah menjabat sebagai Ketua MPR 2004-2009. Saya sangat yakin beliau mampu memimpin Kementrian Sosial dengan baik, bersih, jujur dan amanah.

21. Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak : Dra. Hj. Khofifah Indar Parawansa, M. Si.

images

Kiprah beliau dibidang Pemberdayaan Perempuan sudah tidak diragukan lagi. Pengalaman organisasi dan manajerial beliau juga sangat banyak. Saya percaya Menteri Pemberdayaan Perempuan era Gus Dur ini sangat berkompeten memimpin Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

22. Menteri Ekonomi Kreatif dan Hospitality Industry : Dr. (H.C). Hermawan Kartajaya, M. Sc. 

pasfoto-HK-layar-putih-21

Saya berpendapat bahwa hospitality industry harus terintegrasi, antara Obyek dan Daya Tarik Wisata, Perhotelan, Restoran, UMKM, Sentra Kerajinan Souvenir dan lain-lain harus menjadi suatu “Produk Wisata” yang digarap optimal. Menurut saya Pariwisata di Indonesia harus fokus di dua hal, yang pertama adalah menciptakan dan atau memperbaiki Produk Wisata berbasis Sapta Pesona yang benar-benar dapat dinikmati oleh Wisatawan dan yang kedua adalah Pemasaran. Dua hal tersebut yang saya rasa belum optimal. Konsep Marketing PDB (Positioning, Diferentiation, and Branding) saya rasa sangat tepat untuk Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Indonesia. Orang yang sangat tepat melaksanakan amanah ini menurut saya adalah Pak Hermawan Kartajaya, tidak ada keraguan dalam diri saya untuk mengusulkan  Presiden World Marketing Association ini dalam Kementrian Ekonomi Kreatif dan “Hospitality Industry”.

23. Kementrian Daerah Tertinggal : Dr. Bambang Hudayana, M. A.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ada yang menggelitik saat menonton stand up comedy 4, salahsatu peserta mengatakan “Kementrian Daerah Tertinggal kok Kantornya di Jakarta, mana bisa mengetahui permasalahan pokok Daerah Tertinggal?”. Saya tidak menyoal lokasi Kementrian, tapi saya menangkap bahwa Kementrian Daerah Tertinggal hendaknya diisi oleh orang yang paham kondisi dan permasalahan, serta berkompeten dalam membangun daerah Teringgal. Untuk hal ini, saya rasa UGM juaranya, Kampus kerakyatan ini dikenal memiliki banyak program pemberdayaan masyarakat, contohnya Kelompok Kerja Papua, Program KKN PPM yang telah menjadi Rujukan Nasional, dll. Khusus untuk Kementrian PDT, saya mengusulkan Pak Bambang Hudayana. Beliau adalah Pakar Antropologi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan dibawah naungan LPPM UGM.

24. Menteri Lingkungan Hidup : Prof. Dr. Ir. H. Gusti Muhammad Hatta, M. S.

Gusti_muhammad_hatta_menristek

Sama seperti Prof. Purnomo Yusgiantoro, saya mengusulkan Prof. GMH dikembalikan dari Kementrian Riset dan Teknologi ke Kementrian Lingkungan Hidup. Menurut saya, Guru Besar Fakultas Kehutanan UNLAM ini lebih cocok di Kementrian Lingkungan Hidup, apalagi beliau juga berpengalaman di Pusat Studi Lingkungan Hidup UNLAM.

25. Menteri Pemuda dan Olahraga : Bisa dari Koalisi Partai

Menurut saya Menpora boleh dari koalisi partai. Banyak kader muda partai yang berkompeten yang saya yakin mampu memimpin Kementrian Pemuda dan Olahraga. Ada dua skenario Menpora yang saya usulkan.

Skenario 1 : Prabowo dan Hatta Rajassa Menang

tantowi_yahya

Mas Tantowi yahya merupakan Kader Partai Golkar. Diploma Lulusan MIT Boston Amerika Serikat ini saya yakini adalahsosok yang tepat mengisi posisi menteri pemuda dan olahraga apabila Prabowo-Hatta terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden.

Skenario 2 : Joko Widodo – Jusuf Kalla Menang

ダウンロード (1)

Bang Maurarar Sirait, sosok muda politisi Partai Demokrasi indonesia Perjuangan ini terkenal cerdas, kritis, dan aktif di dunia kepemudaan. Jebolan UNPAR Bandung ini saya nilai sebagai orang yang tepat mengisi Pos Menteri Pemuda dan Olahraga apabila Jokowi-JK terpilih sebagai Presiden dan Wakil Presiden. Saya sendiri pernah bertemu beliau saat menjadi Moderator Talkshow dengan beliau sebagai Narasumber dalam Konferensi Ikatan Duta Budaya dan Pariwisata Indonesia. Kesan pertama adalah sosok yang cerdas, kritis, dan mendengar.

Saya Belum ada usulan mengenai Menteri Koordinator (MENKO) khususnya MENKOKESRA dan MENKOPOLKAM. Juga Mohon maaf sekali, dalam skenario usulan saya Tidak Ada Posisi Menteri Utama. Tetapi jika dengan sangat terpaksa ada Menteri Utama itu, saya mohon dengan sangat untuk benar-benar mempertimbangkan orang yang tepat menduduki posisi tersebut. Kalaupun boleh usul, saya akan mengusulkan Bapak Chairul Tanjung, M. BA. sebagai Menteri Utama. Dalam Struktur yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, saya mengusulkan Bapak Chairul Tanjung sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.

26. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian : Chairul Tanjung, M. BA.

14005638951927387081

Mohon maaf sebesar-besarnya, hanya Prof. Suhardi Ketua Umum Partai Gerindra yang saya usulkan sebagai Menteri (Kemenhut). Saya bukan bermaksud menilai Pak Surya Paloh, Pak Muhaimin Iskandar, Pak Abu Rizal Bakrie, dll tidak berkompeten. Beliau-beliau sangat handal dan memiliki kemampuan memimpin organisasi yang sangat bagus. Namun saya mengusulkan agar beliau-beliau lebih fokus menjadi Ketua Umum Partai. Saya juga mengusulkan Prof. Suhardi harus mundur sebagai Ketua Umum Partai Gerindra seandainya menjabat Menteri Kehutanan, banyak kader hebat di Gerindra, misalnya Pak Fadli Zon bisa saja menjadi calon penerus yang baik sebagai Ketua Umum Partai Gerindra. Untuk Ibu Puan Maharani, saya yakin beliau terpilih menjadi Ketua Umum PDI Perjuangan, oleh karenanya saya tidak mengusulkan beliau menjadi Menteri. Semoga Kabinet Ahli (menurut perspektif saya) ini dapat dijadikan bahan pertimbangan bagi Presiden terpilih sebagai wujud Demokrasi yang Mendengar dan Melaksanakan Aspirasi Rakyat. Semoga Indonesia semakin baik dari hari ke har, Amin.

 

Tokyo, 7 Juli 2014

Dwi Andi Listiawan

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: