JOGJA, Harmony in Diversity : Tagline Integritas, Identitas dan Daya Tarik Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Miniatur Indonesia. Konsep Positioning, Diferensiasi dan Branding dalam Promosi Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata.

Slide1

oleh : Dwi Andi Listiawan

Ketua Paguyuban Dimas Diajeng Daerah Istimewa Yogyakarta 2009-2012

Research Student, The University of Tokyo, Japan

JOGJA, sederhana dan mudah diingat. Tidak sesederhana namanya, istilah atau nama JOGJA sendiri memiliki kompleksitas makna dan sejarah serta permasalahan yang menyertainya, khususnya dalam bidang pariwisata. JOGJA atau YOGYAKARTA merupakan nama popular dari Daerah Istimewa Yogyakarta. YOGYAKARTA diambil dari nama Ngayogyakarta Hadiningrat, Kasultanan dengan cakupan wilayah Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, dan Kabupaten Kulonprogo. Dalam lambang Daerah Istimewa Yogyakarta dapat kita baca dengan jelas bahwa nama daerah setingkat provinsi ini adalah YOGYAKARTA, dan menurut UU No 3 Tahun 1950 Yogyakarta berstatus sebagai Daerah Istimewa dengan segala keistimewaan yang melekat padanya.

logo-diy

Gambar 1. Lambang Daerah Istimewa Yogyakarta, nama provinsi yaitu YOGYAKARTA terdapat pada bagian bawah lambang (sumber : website pemda-diy)

Tanpa disadari, permasalahan kemudian muncul dengan adanya Undang-Undang otonomi daerah yang memberi kewenangan yang luas pada daerah tingkat II (kabupaten dan kota) untuk mengelola pemerintahannya sendiri. Otonomi daerah bukan berarti tidak baik, justru memberikan banyak kemanfaatan pada daerah itu sendiri. Otonomi daerah memicu perkembangan pariwisata yang kompetitif dan berdaya saing. Namun disisi lain juga berpotensi menimbulkan ego-sektoral pariwisata ketika masing-masing daerah ingin unggul dan muncul dengan benderanya masing-masing sehingga antar daerah kurang bersinergi.

Pariwisata di JOGJA sangatlah unik, menarik dan lengkap. Dalam wilayah yang cukup mungil ini, dapat kita temukan wisata alam yang lengkap dari gunung hingga pantai. Gunung merapi merupakan gunung berapi yang masih aktif, bahkan salahsatu gunung berapi teraktif di dunia. Pantainya pun lengkap dari pantai berpasir putih hingga hitam, bahkan dapat kita temukan pula fenomena alam langka yang hanya ada dua di dunia yaitu gumuk pasir parangkusumo. Tidak kalah menarik, fenomena kawasan karst baik eksokarst (pegunungan sewu dan menoreh) serta endokarst (gua-gua di Kabupaten Gunungkidul) yang saat ini sedang naik daun dengan popularitas Gua Pindul dan Pantai Siung. Di pusat kota Yogyakarta terdapat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang sampai saat ini tetap menjalankan salahsatu fungsinya sebagai pusat kebudayaan Jawa. Kemegahan candi-candi di JOGJA dan sekitarnya seperti Candi Prambanan, Ratu Boko dan Borobudur menjadi salahsatu dayatarik utama wisatawan berkunjung ke JOGJA. Kulinernya pun beragam, Sego abang lombok ijo, tiwul, dan udang terbang khas Gunungkidul, sate klathak dan geplak khas Bantul, jadah tempe dan salak pondok khas Kabupaten Sleman, kipo dan gudeg khas kota yogyakarta, serta tidak kalah populer geblek dan tempe benguk khas Kulonprogo. Potensi, Obyek dan daya tarik wisata tersebut tersebar di lima daerah yang ada di JOGJA dan masing-masing daerah memiliki keunggulan, dayatarik dan keunikan tersendiri sehingga yang perlu dilakukan adalah peningkatan sinergitas dan integritas informasi pariwisata di JOGJA.

Permasalahan sederhana seringkali muncul terkait dengan branding penggunaan nama JOGJA, karena masing-masing daerah ingin dimunculkan benderanya “SLEMAN, BANTUL, KOTA YOGYAKARTA, GUNUNGKIDUL, dan KULONPROGO”. Solusi sederhana dapat digunakan, yaitu konsensus penggunaan nama JOGJA untuk brand pariwisata seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta. Pertama, masyarakat pariwisata harus paham benar bahwa JOGJA adalah Daerah Istimewa Yogyakarta. JOGJA adalah branding integritas dan sinergitas lima daerah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.  Kedua, masyarakat pariwisata juga harus benar-benar menerapkan prinsip Pariwisata yang borderless, pariwisata tidak mengenal batasan administratif wilayah. Ketiga, komunikasi dan koordinasi yang baik antara Pemerintah pada level provinsi dan kabupaten/kota. Karena dayatarik masing-masing daerah berbeda, maka yang perlu dilakukan adalah dukungan dan sinergi antar daerah. Dalam bahasa yang lebih sederhana : pedagang nasi, pedagang sayur, pedagang lauk, pedagang buah, dan pedagang susu perlu bersinergi agar menu yang disajikan adalah 4 sehat 5 sempurna.

37883_140549679306744_611423_n

Gambar 2. Gunung Merapi, salahsatu gunung berapi teraktif di dunia. Satu-satunya gunung berapi di JOGJA terletak di Kabupaten Sleman (sumber : Dimas Diajeng Jogja)

31773_124022630959449_6198838_n

Gambar 3. Pantai Siung, Kawasan karst dan dominasi pantai berpasir putih terdapat di Kabupaten Gunung Kidul

(Sumber : Dimas Diajeng Jogja)

25361_112388308789548_3859406_n

Gambar 4. Abdi Dalem Kraton Yogyakarta berbincang-bincand dengan wisatawan asing, Kraton hanya dapat ditemui di wilayah Kota Yogyakarta (sumber : Dimas Diajeng Jogja)

sermo (1)

Gambar 5. Waduk Sermo di Kulonprogo, satu-satunya waduk di JOGJA (Sumber : exotismejogja.blogspot.com)

25361_112381828790196_810543_n

Gambar 6. Gumuk Pasir Parangkusumo, Kabupaten Bantul. Satu-satunya di JOGJA, hanya ada dua di dunia

(Sumber : Dimas Diajeng Jogja)

Mengenai branding integritas dan sinergitas ini, JOGJA perlu belajar dari Bali dan Jakarta. Kedua wilayah itu memiliki kondisi yang hampir sama dengan JOGJA, dengan wilayah administratif yang tidak luas. Provinsi Bali yang mencakup wilayah satu pulau menggunakan brand BALI untuk seluruh promosi wisatanya, bukan Denpasar, Badung, Buleleng, Singaraja, Gianyar, Jembrana, dan lain-lain. Setiap wisatawan yang ke Bali selalu disuguhi informasi pariwisata official yang komprehensif dalam satu wilayah pulau tersebut. Tidak berbeda jauh dengan Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang juga memiliki status khusus seperti Daerah Istimewa Yogyakarta, branding dan positioning DKI Jakarta juga jelas : ENJOY JAKARTA. Wilayah satu provinsi DKI Jakarta yang identik dengan penyebutan Kota Jakarta. Sama halnya dengan DI Yogyakarta yang lebih popular dengan sebutan Kota Yogyakarta bahkan untuk menyebut satu wilayah provinsi. Brand JOGJA yang telah ada saat ini sangat unik dan menarik, tinggal dioptimalkan saja dalam penggunaanya.

jogja

Gambar 7. Brand JOGJA untuk Daerah Istimewa Yogyakarta (sumber : Pemda-diy.go.id)

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tiga pilar pembangunan yaitu Pendidikan, Pariwisata, dan Kebudayaan. Hampir seluruh masyarakat pariwisata tahu dan sadar akan hal itu. Namun ada potensi tersembunyi yang sangat besar dan belum dijadikan sebagai isu strategis dalam rencana pengembangan pariwisata jangka panjang di JOGJA. Potensi tersebut adalah wisatawan domestik dan internasional yang berstatus sebagai pelajar. Pada tahun 2011, rerata lama tinggal (Length of Stay) wisatawan mancanegara adalah 1,91 hari dan wisatawan domestik adalah 1,65 hari (Sumber : Laporan Akuntabilitas Kinerja Dinas Pariwsata D.I. Yogyakarta 2011). Bila kita sadari, pelajar yang tinggal di JOGJA selain melakukan aktivitas akademik, juga melakukan kunjungan pariwisata. Dalam masa tinggalnya, hampir bisa dipastikan pelajar di JOGJA akan berkunjung ke Keraton, Candi Prambanan, Pantai, Kaliurang, dan lain-lain. Artinya, apabila kita mempromosikan JOGJA dalam satu paket Pendidikan, Pariwisata dan Kebudayaan, maka secara tidak langsung kita mengundang wisatawan untuk menempuh pendidikan di JOGJA dengan masa tinggal selama kurang lebih 4 tahun untuk program sarjana, dan 2-3 tahun untuk program pascasarjana. Bahkan pelajar asing yang hanya datang untuk summer camp atau exchange merupakan wisatawan yang sangat potensial.

537799_369828413055485_882476168_nGambar 8. Mahasiswa asing UGM berwisata ke Gua Pindul (Sumber : UGM DREAM 2012)

JOGJA memiliki lebih dari 110 Perguruan tinggi baik negeri maupun swasta dengan kualitas yang sangat baik. Dua belas persen dari 50 Promising Indonesian Universities ada di JOGJA (Sumber : DIKTI, Kementrian Pendidikan Nasional). Bahkan Universitas negeri pertama, terbesar, multikultur, paling komprehensif, dengan sistem penjaminan mutu terbaik se-ASEAN ada di JOGJA, Universitas Gadjah Mada. Wajar apabila banyak mahasiswa yang berbondong-bondong ingin menempuh pendidikan di JOGJA. Predikat sebagai kota pelajar dan pusat pendidikan di Indonesia merupakan positioning strategis untuk menggaet wisatawan pelajar, didukung dengan biaya hidup yang relatif murah dibandingkan dengan kota-kota lain di Indonesia. Kementrian Pendidikan Nasional menyebutkan UGM adalah Perguruan Tinggi Negeri yang paling diminati oleh calon mahasiswa Indonesia. Bagi mahasiswa asing, UGM, ISI Yogyakarta bersama dengan Universitas Udayana Bali menjadi tempat tujuan paling diminati. Ya, menempuh pendidikan di pusat pariwisata dan kebudayaan. Belajar dan mengenal Indonesia secara bersamaan. Sains dan teknologi di Indonesia jauh tertinggal dari negara-negara maju, keunggulan Indonesia terletak pada kajian kebudayaan dan kearifan lokal. Hal ini dapat dijadikan ujung tombak promosi wisatawan pelajar dari mancanegara. Sangat wajar apabila perguruan tinggi yang terletak di pusat pariwisata dan kebudayaan seperti JOGJA (UGM dan ISI) dan Bali (Universitas Udayana) sangat diminati wisatawan pelajar dari mancanegara. Dengan trackrecord UGM dan ISI Yogyakarta dibidang kajian seni, kebudayaan dan kearifan lokal, serta dengan positioning JOGJA sebagai Pusat Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata, peningkatkan jumlah wisatawan pelajar baik domestik maupun mancanegara sangat potensial untuk dikembangkan.

Banyaknya mahasiswa dari seluruh Indonesia bahkan dunia yang datang menempuh pendidikan di JOGJA menjadikan JOGJA kaya akan identitas dan keberagaman. Jika di Jakarta terdapat Taman Mini Indonesia Indah sebagai Indonesian Miniatur Park, di JOGJA dapat kita jumpai masyarakat dari berbagai penjuru Indonesia yang hidup dan tinggal di JOGJA sesuai dengan kultur dan identitas masing-masing secara harmonis. Kekayaan identitas dan keberagaman ini tidak sebatas pada suku namun juga agama, etnis, budaya, dan lain-lain. Keragaman masyarakat Indonesia yang hidup secara harmonis dapat kita jumpai di JOGJA, sehingga layaklah JOGJA disebut sebagai Miniatur Indonesia yang sebenarnya. JOGJA, Harmony in Diversity merupakan tagline yang diusulkan penulis untuk menggambarkan integritas dan sinergisme baik internal (masyarakat pariwisata dalam bersinergi mempromosikan JOGJA) maupun eksternal (konsep positioning dan branding pariwisata). Tagline ini juga merupakan diferensiasi strategi promosi pariwisata, ketika banyak daerah-daerah lain di Indonesia hanya mempromosikan obyek dan daya tarik wisata untuk menarik wisatawan. Konsep ini akan memberikan banyak sekali keuntungan dan kemanfaatan, diantaranya :

  1. Daya tarik luar biasa untuk berkunjung ke JOGJA sebagai miniatur Indonesia
  2. Mengukuhkan predikat JOGJA sebagai Pusat Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata
  3. Lambang kekayaan identitas dan keberagaman
  4. Harmonisasi dan Kerukunan hidup antar identitas, mengukuhkan predikat JOGJA sebagai City of Tolerance, Kota yang menjunjung tinggi toleransi dalam keberagaman
  5. Integritas dan Sinergitas stakeholder pariwisata di JOGJA
  6. Diferensiasi strategi promosi pariwisata JOGJA
  7. Dan lain-lain

540515_457129854315390_768868615_n

Gambar 9. Poster JOGJA Harmony in Diversity (Sumber : Dokumentasi Poster Penulis)

Keharmonisan dalam keberagaman di JOGJA sebenarnya sudah terjadi sejak jaman dulu. Namun, isu ini perlu dikemas sehingga menjadi daya tarik yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke JOGJA. Keharmonisan dalam keberagaman agama dapat pula dlihat dari sudut pandang pariwisata. JOGJA memiliki Klenteng Gondomanan yang megah, Gereja Candi Ganjuran dan Gua Maria untuk beribadah dan wisata religi umat Katolik. Candi Sewu peninggalan Umat Budha yang terawat dengan baik, juga Candi Borobudur di Magelang yang sangat menguntungkan bagi Pariwisata JOGJA. Kemegahan Candi Prambanan yang sangat terkenal dengan ramayana balletnya, juga pura dan candi hindu yang lain. Masjid Agung Kotagede dengan akulturasi budaya yang khas sebagai peninggalan kerajaan Mataram islam. Seluruhnya terawat dan terjaga dengan baik, menunjukkan keharmonisan dan kerukunan hidup antar umat beragama yang terjadi dari dulu hingga sekarang.

31773_124004947627884_7677893_n

Gambar 10. Ramayana Ballet Candi Prambanan yang sangat terkenal (Sumber : Dimas Diajeng Jogja).

Kunjungi Juga http://www.borobudurpark.com/

Kaitannya dengan keberagaman agama dan pendidikan, JOGJA juga memiliki konsorsium 3 Perguruan Tinggi yang mengkaji ilmu lintas agama dan lintas budaya yaitu Center for Religious and Cross-Cultural Studies yang dibentuk melalui kerjasama antara Universitas Gadjah Mada, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Katolik Duta Wacana. Program ini sangat terkenal dan mendukung JOGJA sebagai Pusat Unggulan atau Center of Excellence dalam Kerukunan Hidup antar umat beragama. Kunjungi : http://crcs.ugm.ac.id/

Strategi promosi lain yang juga sangat penting untuk meningkatkan kunjungan pariwisata adalah penggunaan online media dalam mempromosikan obyek dan daya tarik wisata di JOGJA. Sistem informasi pariwisata yang lengkap dan terpadu serta mudah digunakan (user friendly) sangat penting untuk dibuat. Sebagai contoh, membuat sistem informasi terpadu dimana informasi dari seluruh stakeholder dapat diakses melalui satu pintu, hal ini membutuhkan kerjasama dan koordinasi antara pemerintah tingkat provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota, ASITA, PHRI, PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, Ratu Boko, serta seluruh stakeholder terkait.

Penggunaaan media sosial untuk publikasi informasi juga sangat penting. Page facebook YOGYAKARTA terhitung 19 Desember 2012 pukul 19.35 WIB memiliki jumlah penggemar 1.069.387, page ini merupakan page kota (baca : provinsi) dengan jumlah penggemar terbesar di Indonesia. Media sosial seperti ini merupakan media strategis untuk promosi pariwisata baik itu obyek, daya tarik, hingga agenda wisata mingguan yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini sudah terbentuk asosiasi media sosial di JOGJA yang berkomitmen untuk memajukan pariwisata di JOGJA. Kedepan, pemerintah provinsi dengan dukungan seluruh stakeholder pariwisata perlu menggandeng komunitas sosial media ini sebagai upaya bersinergi bersama untuk memajukan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Slide1

Gambar 11. Postingan di Page Yogyakarta tentang Merapi dan Angkringan, masing-masing mendapat kurang lebih 7.000 like dan 500 share (Sumber : Facebook)

Industri kreatif multimedia dan penggunaan media audio-visual memegang peran penting dalam mendukung promosi pariwsata di JOGJA. Pembuatan film dokumenter, video klip, film pendek, iklan, maupun film layar lebar yang mengangkat tema atau berlokasi di JOGJA juga mampu memikat para wisatawan untuk berkunjung ke JOGJA. Kedepan, Pemerintah khususnya melalui Dinas Pariwisata dan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta perlu menggandeng dan bersinergi dengan pelaku-pelaku industri kreatif ini. Hal tersebut akan sangat menguntungkan promosi pendidikan, pariwisata dan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Berikut ini merupakan lima contoh industri kreatif dan promosi institusi yang secara tidak langsung juga mempromosikan JOGJA. Klik gambar untuk melihat video secara lengkap.

1. Video klip lagu “Teman Hidup” yang dinyanyikan oleh Tulus. Video ini mengangkat cerita tentang Abdi Dalem Kraton Yogyakarta. Kebahagiaan dalam kesederhanaan, serta cinta kasih dan ketulusan seorang Abdi Dalem.

Slide1Gambar 12. Abdi dalem dalam cuplikan video klip Teman Hidup. Klik Gambar untuk melihat Video (Sumber : Youtube)

2. Video klip “Aku Pasti Bisa” yang dipopulerkan oleh Citra Scholastika. Video ini memunculkan obyek dan daya tarik wisata di Kota Yogyakarta

Slide3

Gambar 13. Citra sedang membatik di Pulocemeti. Klik gambar untuk melihat video (Sumber : Youtube)

3. Iklan produk minuman suplemen. Video ini secara keseluruhan mengangkat pariwisata dan kebudayaan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena video ini mengandung unsur iklan produk, maka link tidak disertakan oleh penulis.

Presentation1

Gambar 14. Iklan produk minuman suplemen yang mengangkat pariwisata dan kebudayaan di JOGJA.

4.  Video Profil Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada. Dalam video ini disertakan obyek-obyek wisata seperti Merapi, Kaliurang, Borobudur, Prambanan, Keraton, Tamansari, Parangtritis, dan Baron untuk memikat calon mahasiswa belajar di FEB UGM.

Slide4Gambar 15. Parangtritis dalam video profil FEB UGM. Klik gambar untuk melihat video (Sumber : Youtube)

5. Film Sang Pencerah. Film ini tentang biografi K.H. Ahmad Dahlan dan menggambarkan sejarah dan kebudayaan di Yogyakarta

Slide5

Gambar 16. Cuplikan film sang pencerah yang berlokasi di Yogyakarta. Klik gambar untuk melihat video (Sumber : Youtube)

Keterlibatan masyarakat dari berbagai kalangan untuk berperan serta memajukan JOGJA juga sangat diperlukan. Dalam hal ini generasi muda memegang peran yang sangat penting guna ikut mempromosikan pendidikan, pariwisata, dan kebudayaan di JOGJA. Salahsatu contohnya telah saya lakukan bersama dengan rekan-rekan Dimas Diajeng Jogja, Duta Daerah Istimewa Yogyakarta bekerjasama dengan mahasiswa dari MMTC Yogyakarta dalam mempromosikan keharmonisan dalam keberagaman melalui Video berjudul JOGJA, Harmony in Diversity. Video ini merupakan wujud kontribusi nyata generasi muda JOGJA yang Cerdas (Brain), Menarik (Beauty), dan Berbudaya (Behaviour) sebagai representasi Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai pusat Pendidikan, Pariwisata, dan Kebudayaan dalam memajukan daerahnya. Penulis bersama-sama dengan anggota Dimas Diajeng Jogja yang lain telah mempublikasikan video JOGJA, Harmony in Diversity di youtube. Video ini telah dilihat lebih dari 4.000 kali dan mendapatkan apresiasi yang sangat baik dari pengunjung baik domestik maupun internasional melalui komentar-komentar yang disampaikan. Terbukti promosi melalui media audio visual sangat efektif sebagai salahsatu langkah strategis mempromosikan pariwisata di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kedepan upaya ini perlu mendapat perhatian khusus sebagai salahsatu strategi pemasaran dan promosi pariwisata khususnya tahun 2013/2014 menuju VISIT JOGJA Year 2014. Video tersebut dapat dilihat dengan mengklik tulisan atau gambar dibawah ini

KLIK LINK VIDEO JOGJA, HARMONY IN DIVERSITY DI YOUTUBE

20120831_Dimjeng2

Gambar 17. Fragmen Video JOGJA Harmony in Diversity karya Dimas Diajeng Jogja (Sumber : Dokumentasi Penulis)

JOGJA, Harmony in Diversity merupakan tagline yang menggambarkan integritas dan sinergitas dalam keberagaman dan kekayaan identitas di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tagline ini memiliki semangat keharmonisan baik internal maupun eksternal di lingkungan Daerah Istimewa Yogyakarta. Dengan mengusung keharmonisan dalam keberagaman (diferensiasi) diharapkan mampu menempatkan JOGJA (brand integritas dan kebhinekaan) sebagai ikon  Miniatur Indonesia (positioning) melalui promosi Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Semoga JOGJA semakin Maju dan Berkembang.

Tokyo, 19 Desember 2012

Dwi Andi Listiawan

—————————————————————————————————————————————————————————————-

Referensi Data :

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. 2011. Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. Yogyakarta. Hal. 16. http://www.visitingjogja.com tanggal akses 19 Desember 2012

Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. 2010. 50 Indonesian Promising Universities. Jakarta. http://www.dikti.go.id/ tanggal akses 19 Desember 2012.

Referensi Gambar dan Video :
Sumber referensi gambar dan video yang digunakan dalam karya tulis ini terpaut pada masing-masing gambar dan video

Advertisements

3 Comments to “JOGJA, Harmony in Diversity : Tagline Integritas, Identitas dan Daya Tarik Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Miniatur Indonesia. Konsep Positioning, Diferensiasi dan Branding dalam Promosi Pendidikan, Kebudayaan, dan Pariwisata.”

  1. jadi kangen pengen slalu pulang ke jogja 🙂

  2. Wah Keren Sekali mas andi.. 🙂

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: